KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
156. Alexander II (1061-1073)
Aleksander lahir di Milan. Italia dengan nama Anselmus dari Baggio. Dia adalah uskup dari Lucca dan merupakan orang tertua dari aliran Gregorian atau Hildebrand. Terpilih menjadi paus pada 1 Oktober 1061 di Teraccina atas dukungan Kardinal Hildebrand. Tetapi kaisar Henri IV tidak mengakuinya sejak jaknya tidak dihormati setelah dicabut oleh Sinode Roma di Roma yang diadakan oleh Paus Nikolas II. Atas perintah kaisar,paus lain dipilih, yaitu Cadalus, uskup Parma, yang mengambil nama Honorius II. Honorius II berkuasa selama 11 tahun, kurang satu tahun jika dibandingkan dengan kekuasaan Paus Aleksander. Gereja, tentun saja, menganggapnya sebagai paus tandingan, setelah sebuah sinode khusus para uskup diadakan di Mantua yang mengakui Aleksander sebagai paus. Banyak kerusuhan berdarah terjadi yang disulut oleh dua kubu. Bangsa Normandia, yang setai dengan pakta yang dibuat dengan Gereja, selalu berada pada pilihannya sendiri dan seringkali campur tangan. Paus Aleksander berkali-kali mengingatkan Henri IV tetapi tidak ada pengaruh.
Sebagai seorang pembaru yang terlatih dan berpengalaman, ia menerskan melawan tiga kejahatan pada masa itu yakni penahbisan awam sebagai imam, praktik simony dan para imam yang melakukan kumpul kebo. Pada akhir periode Saxon di Inggris, ada empat takht keuskupan yang didirikan secara tidak sah. Maka paus mendorong William si Penakluk untuk meraih takhta Inggris. Utusannya memahkotai William dan menyingkirkan Stigand, yang mengakui paus tandingan Benediktus X, dan menduduki Takhta Canterbury yang oelh paus ditunjuk Lanfranc dari Pavia, yang sebelumnya menjabat Prior di Bec, lalu Abbas di Caen. Aleksander wafat pad 21 April 1073 setelah memerintah Gereja lebih dari 11 tahun penuh dengan kesulita dan kesusahan.
|